Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kebun & Pokok Anggur

 Renungan Hari Minggu, 04 Oktober 2026 

(Minggu Biasa XXVII)


Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Yesus sering kali menggunakan alam sebagai sarana perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Tujuannya agar para pendengar dapat menangkap makna bahwa Kerajaan Allah sebab misteri Allah sangat sulit untuk dipahami oleh logika manusia.

Hari ini frasa kebun anggur menjadi benang merah untuk menghubungkan baca-baca suci yang disajikan kepada umat beriman. Apa makna tersembunyi di balik frasa kebun anggur? Kita akan menemukan bahwa alam ciptaan adalah sarana untuk mengenal Pencipta.

Saudara sekalian dalam Tuhan kita Yesus Kristus, di dalam bacaan pertama dari Nubuat Nabi Yesaya, di sana kita mendengar kekecewaan Tuhan atas kebun anggur-Nya yang menghasilkan buah masam dan tidak manis sehingga Tuhan berencana untuk menebang pagar dan temboknya sehingga binatang liar memakannya dan tidak akan dibersihkan dari rumput dan putri malu.

Di dalam Bacaan Injil kita juga mendengar bahwa orang-orang membunuh para pekerja di kebun anggur termasuk pewaris dari kebun anggur itu dan selanjutnya Yesus bersabda bahwa kebun anggur itu akan diarahkan kepada penggarap lain agar bisa menghasilkan buah yang berlimpah.

Yesus menutup dengan pernyataan bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari orang Israel dan diserahkan kepada bangsa-bangsa. Sehingga bisa menghasilkan buah yang melimpah. Saudara sekalian dari kedua bacaan ini kita menyimpulkan bahwa dalam perjanjian lama Israel adalah Kebun Anggur Tuhan namun di perjanjian baru, Kebun Anggur adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus.

Yesus sendiri adalah pokok Anggur dan umat beriman adalah carang- carangnya. Jika ada yang melepaskan diri dari pokok Anggur akan kering dan mati. Kehidupan beriman juga seperti itu bahwa jika ingin hidup orang harus melekat pada pokoknya dan Yesus adalah Pokok Anggur sejati.

Di dalam Liturgi Gereja,  mustum anggur fermentasi yang telah mengandung alkohol menjadi materi dalam Ekaristi untuk anggur misa. Sehingga sampai hari ini Gereja tidak akan mengizinkan sesuatu yang bukan anggur untuk dipersembahkan sebagai darah Kristus.

Memang pernah di beberapa tempat ada usaha untuk menghangatkan Anggur misa dengan arak tradisional setempat tetapi Gereja tetap konsisten untuk menggunakan anggur sebagai materi dalam perayaan Ekaristi. 

Saudara sekalian yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, hiduplah sebagai orang Kristen yang mempunyai rasa manis seperti anggur agar tidak dicampakkan keluar dari pokok Anggur kehidupan yakni Yesus Kristus Tuhan kita. Semoga Tuhan memberkati 

Post a Comment

0 Comments