Renungan Minggu Biasa XXIII, 06 September 2026
(Hari Minggu Kitab Suci Nasional)
![]() |
| Ruang Pengakuan Dosa |
"Di negeri antah berantah hidup sentosa
Karena pemimpinnya selalu bersosialisasi
Kita adalah manusia berdosa
Hendaknya senantiasa memohon sakramen rekonsiliasi"
Bapa ibu saudara saudari sekalian yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Gereja selalu menyediakan sarana untuk umat beriman mendekat pada sumber keselamatan yang terungkap dalam sakramen-sakramen. Melalui sakramen umat beriman diteguhkan dan dikuatkan untuk percaya kepada Allah Tritunggal Maha Kudus. Dari sakramen-sakramen yang ada ada satu sakramen yang sangat dianjurkan untuk diterima dan wajib setahun sekali atau kapan saja jika ia mau menerimanya yakni Sakramen Rekonsiliasi.
Dunia dewasa ini telah mengubah cita rasa beriman umat Kristiani terutama berkaitan dengan penerimaan sakramen rekonsiliasi. Banyak orang enggan mengaku dosa karena menganggap bahwa mengaku langsung kepada Tuhan atau imam hanya manusia biasa dan juga punya dosa. Anggapan ini membuat banyak orang Katolik jarang mengaku dosa tanpa mereka sadari bahwa Gereja sangat menjaga ketat kerahasiaan ruang pengakuan melalui para imam Tuhan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mengaku dosa.
Bapa ibu saudara sekalian, ada dua tipikal umat dalam mengaku dosa. Yang pertama, adalah Umat yang menyadari keberdosaannya dan setia mengaku dosa apa pun keadaan imamnya entah dia Kudus atau tidak itu tidak menjadi persoalan karena dia percaya bahwa ada rahmat yang mengalir melalui imam karena Tahbisan. Umat seperti ini menganut prinsip "Ex Opere Operantis: Dari karya yang dikerjakan" artinya bahwa sakramen rekonsiliasi ini diterima tidak tergantung kekudusan imamnya tetapi karena Kristus sendiri yang bekerja dalam diri imam.
Yang kedua adalah umat suka menggugat dan mempersoalkan kepribadian, kekudusan dan kemurnian imamnya bahwa pengakuan dosa hanya kepada imam yang Kudus, suci dan murni tidak mabuk-mabukan karena Rahmat hanya boleh tercurah melalui imam yang Kudus. Mereka dikategorikan sebagai kelompok "Ex Opere Operato: Dari karya orang yang mengerjakan. Artinya bahwa Rahmat mengalir melalui imam yang Kudus sehingga pengakuan dosa hanya kepada imam yang Kudus. Kalau imamnya tidak Kudus maka ia tidak mengaku dosa.
Hal-hal demikian adalah kenyataan dari "banalitas dosa atau kesalahan" bahwa orang menganggap biasa-biasa saja pada dosa dan tidak ada rasa bersalah sehingga banyak umat mengaku dosa sekali seumur hidup atau menjelang komuni pertama dan pernikahan. Sakramen tobat atau rekonsiliasi adalah sarana untuk memperbaiki relasi dan hubungan kita dengan Allah dan sesama.
Bapa ibu saudara sekalian Hari ini Minggu Kitab Suci Nasional dan bacaan-bacaan Suci yang disajikan kepada kita berkaitan dengan membangun kembali relasi dengan Tuhan dan sesama. Relasi dengan Tuhan diwujudkan dengan Sakramen Rekonsiliasi dan relasi dengan sesama diwujudkan dengan hukum cinta kasih. Dalam bacaan pertama Allah Nabi Yehezkiel untuk mengajak orang berdosa kembali ke jalan yang benar agar jiwanya bisa terselamatkan jika tidak maka ia akan mati dalam kesalahannya.
Hal serupa juga diserukan oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Injil bahwa kita berkewajiban menegur saudara yang jatuh dalam dosa jika ia tidak mau mendengar maka anggap saja ia tidak mengenal Allah atau pemungut cukai. Kata-kata ini adalah ekskomunikasi dalam komunitas Kristian di mana ia tidak mau hidup dalam persaudaraan dan relasi dengan Tuhan sehingga Yesus menetapkan bahwa apa yang diikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang dilepas di dunia ini akan terlepas di surga. Sabda Yesus ini memberi penegasan bahwa Sakramen-sakramen rekonsiliasi adalah ketetapan dan perintah Yang Ilahi sehingga tidak boleh ada keraguan dalam mengaku dosa.
Sementara dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menasehati Gereja di Roma untuk saling mengasihi karena kasih adalah kegenapan hukum Taurat. Maka sebagai umat beriman relasi dengan Tuhan dibangun melalui Sakramen Rekonsiliasi dan relasi dengan sesama dibangun dan Hukum Cinta Kasih sebagai kegenapan dari seluruh isi Hukum Taurat. Semoga kita di bulan Kitab Suci Nasional ini semakin yakin dan beriman kepada Yesus Guru yang penuh Kuasa.
"Tampung air hujan di ember
Agar airnya tidak mengalir ke kanal
Kita sudah masuk bulan September
Bulan Kitab Suci Nasional"
Semoga Tuhan memberkati kita sekali. Amin.

0 Comments