Renungan Minggu Biasa XXV
20 September 2026
Saudara-saudari yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, ada dua tipe manusia yang sering dijumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Tipe pertama adalah orang yang murah hati dan tipe kedua adalah orang yang iri hati. Dua tipe ini sering ada bersamaan sebagai tempat belajar untuk manusia menata hidupnya menjadi lebih baik. Iri hati dan murah hati ibarat dua sisi mata uang yang selalu hadir bersamaan.
Dunia dewasa ini dipenuhi dengan persaingan-persaingan yang tidak sehat. Hal ini nampak dari cara menilai kesuksesan orang lain. Kerap kali bahasa yang keluar adalah sindiran atau ejekan atas keberhasilan orang lain. Yang sebenarnya diperlukan dalam hidup bersama adalah saling memberi apresiasi bukan mencari cara busuk untuk menjatuhkan orang lain yang telah berhasil dari apa yang ia kerjakan.
Iri hati adalah perkejaan iblis agar tidak bisa ada kemajuan di tengah hidup bersama. Orang yang mudah Iri hati akan merasa tersiksa jika orang yang murah hati hidup sukses dan berbagi dengan siapa saja. Iri hati juga adalah racun yang sangat mematikan dan tidak ada racun yang lebih kuat darinya. Maka sangat diperlukan penerimaan dan keterbukaan kepada sesama sehingga terjalin komunikasi yang baik.
Saudara-saudari yang terkasih, dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengar perumpamaan tentang tuan yang murah hati saat ia membayar upah para pekerja dan kelompok yang masuk kerja dari pagi merasa dirugikan namun pemilik kebun anggur berhak menggunakan kekuasaannya untuk apa saja dan di sini letak kemurahan hati untuk menggambarkan kemurahan hati Allah.
Orang yang murah hati tidak akan mudah Iri hati dan seperti dalam bacaan pertama bahwa apa yang menjadi rancangan dan jalan Tuhan, manusia tidak berhak untuk mengintervensinya bahwa Tuhan berhak bermurah hati kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan seperti dalam bacaan kedua Rasul Paulus menganggap bahwa hal-hal di dunia ini tidak penting dan tidak menguntungkan yang penting baginya hidup untuk Kristus dan mati adalah keuntungan.
Semoga bacaan-bacaan suci Minggu ini membantu kita sekalian untuk belajar murah hati dan menghindari rasa iri hati sebab iri hati adalah penghambat kemajuan dan ketentraman hidup bersama. Mari hidup dalam kasih Tuhan sebab Ia adalah keuntungan kita untuk hidup yang kekal. Semoga Tuhan memberkati.

0 Comments