Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Pelatihan Pembina Iman Anak

 


Paroki Hati Kudus Yesus Rantau menggelar kegiatan rekoleksi dan pelatihan Pembina Iman Anak yang dihadiri oleh 20 peserta. Mereka berasal Pusat Paroki Rantau Pulut dan  lima Stasi yakni Stasi Sambi, Stasi Suka Mandang, Stasi G2, Stasi C3, dan Stasi Tasikmas

Kegiatan dimulai registrasi para peserta dan kudapan pada pukul 16:00 hari Jumat (25 September 2026), lalu dilanjutkan dengan Misa pembukaan dipimpin oleh P. Awan Widodo setelah itu santap malam bersama pukul 19:00.

Setelah santap malam kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertama tentang "Spiritualitas bina iman anak" dibawakan oleh P. Mateus Kavaro. Beberapa poin yang ditampilkan adalah: Pertama, hidup dekat dengan Tuhan melalui doa, baca Kitab Suci, Ekaristi, Sakramen Rekonsiliasi dan Refleksi. Poin pertama ini sangat penting untuk kehidupan rohani para misionaris awam.

Poin kedua adalah kasih. Seorang misionaris awam perlu mempunyai kasih dalam mewartakan Injil. Bagi Paus Yohanes Paulus II  "Misionaris adalah manusia cinta". Paus hendak  menunjukkan bahwa kasih menjadi fondasi dalam pelayanan.

Poin ketiga adalah Keteladanan. Menjadi teladan bagi orang lain sangat penting daripada sekedar berkata-kata. Para pendamping perlu memposisikan diri sebagai pribadi yang baik dan penuh iman. 

Bukan hanya menunjukkan jalan ke Tuhan tapi berada lebih dahulu di jalan itu.

Poin keempat adalah pelayanan. Para misionaris awam hendaknya meneladani Yesus dalam hal pelayanan. Seperti Yesus yang datang untuk melayani bukan dilayani. Pelayanan adalah identitas seorang misionaris. Pelayanan bukan untuk mencari kedudukan.

Hari kedua, Sabtu (27/9/2026) pembekalan bagi para pembina iman anak dibawakan oleh Ibu Novia Sisilia dengan tema "Pendampingan Anak Sekami" pertemuan ini diawali dengan memilih batu lalu membentuk kelompok. Batu-batu tersebut kemudian disusun.Tujuannya untuk belajar menanggalkan egois seperti batu yang tersusun. Siapa yang di atas siapa yg di bawah dan lain sebagainya.

Ini Novi juga menegaskan bahwa pendampingan Pastoral kepada Anak-anak bisa dibedakan dengan yang remaja. Yang masuk kategori anak-anak adalah mereka yang berusia 6-12 tahun (SD) dan untuk kategori remaja adalah yang berusia 13-18 Tahun (SMP-SMA).

Pendampingan perlu penyesuaian dengan situasi dan kondisi. Awal-awal pendampingan iman bisa ada imbalan seperti hadia kemudian mulai untuk  membiasakan mereka selalu selalu datang sebagai panggilan demi Pendalaman iman mereka bukan karena ada sesuatu yang hendak mereka makan.

"Perlu menggunakan media yang tidak membosankan anak-anak. Lalu menjembatani generasi dengan pendekatan dunia anak dan medianya adalah permainan" tegas Ibu Novi.

Para peserta diminta untuk membuat modul ajar pendamping anak-anak lalu dipresentasikan di depan dengan gaya dan cara untuk menarik minat anak-anak dalam mendengarkan Sabda Tuhan.

Pertemuan selanjutnya oleh Pastor Awan, pada pukul 17:00 dengan teman "Kitab Suci dan Tradisi". Tema ini sangat penting bahwa pendampingan iman kepada anak-anak itu bersumber dari Kitab Suci dan Tradisi Gereja.

Sebagai seorang pendamping perlu mengajar dengan tepat apa yang tertulis di dalam Kitab Suci sebab memori anak-anak masih polos sehingga berkaitan dengan tokoh, jumlah dan tempat yang tertulis di Kitab Suci harus benar.

Romo Awan meminta para peserta untuk menghafal Teks Injil Matius 19:1-15 tentang Yesus memanggil 12 rasul dan perutusan mereka ke Bangsa Israel. Tujuan Romo Awan adalah untuk memastikan bahwa nama dan tempat harus persis sama jika disampaikan kepada anak-anak karena itu yang akan selalu mereka ingat.

Pertemuan ini ditutup dengan kesimpulan dan foto bersama sebelum pada Minggu 27 September 2026 sebelum Perayaan Ekaristi dilangsungkan. Pertemuan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat bagi para pendamping dan juga bagi anak-anak sekami.


Post a Comment

0 Comments