Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

"Bukung" Nekrodulia Kaharingan

Bukung: Tarian Topeng 

Suku Dayak di Kalimantan Tengah masih menyimpan tradisi penghormatan kepada orang meninggal atau "Nekrodulia". Orang-orang Dayak Kalimantan Tengah yang menganut kepercayaan lokal sampai hari ini masih sangat kuat dalam penghormatan kepada orang meninggal. Salah satunya adalah "Ronda" dalam kurun waktu yang lama selama jenazah masih di rumah. Biasanya agama-agama lain jenazah hanya dia atau tiga hari.

Dalam agama Lokal Kalimantan "Kaharingan" jenazah akan dijaga selama beberapa bulan sampai sana yang dibutuhkan mencapai target dan siap untuk dimakamkan. Sebelum pemakaman akan ada ritual "tiwah" dan biasanya membutuhkan korban berupa kerbau atau sapi dua tiga ekor. Dan selama masa berjaga akan ada malam Ronda dan penampilan "Bukung" di mana orang-orang akan berpakaian dari dedaunan dan apa saja lalu menari di depan rumah duka.



Bukung sendiri adalah tarian topeng tradisional yang terbuat dari apa saja baik itu pakaian bekas ataupun dedaunan. Inti dari tradisi ini ada agar membuat arwah orang yang telah meninggal dihibur dan tidak mengalami kesepian ketika sudah berada di alam barunya. Bukung tidak selalu ada setiap malam selama masa ronda atau berjaga biasanya diadakan menjelang hari penguburan atau tiwah agar semakin banyak orang yang datang untuk meramaikan rumah duka.

Tradisi ini tidak berarti orang Dayak menolak kesedihan tetapi mau menunjukkan bahwa ketika seseorang beralih dari dunia ini menuju alam barunya harus dihantar dengan meriah sebab ia sudah mengalami hidup baru tidak seperti di manusia yang penuh dengan tantangan. Ini merupakan nekrodulia Kaharingan yang masih dipegang teguh hingga kini meskipun beberapa keturunan dan generasi mereka sudah menjadi Islam, Protestan dan Katolik.

Kaharingan adalah warisan leluhur orang Dayak yang tergusur oleh arus zaman dan dan hanya sedikit saja orang Dayak yang masih memeluk kepercayaan lokal ini.  Dari sini kita percaya bahwa kematian bukan akhir tetapi hidup baru di alam yang tanpa batas dan inilah nekrodulia Kaharingan Kalimantan Tengah. 

Suku Dayak di Kalimantan Tengah masih menyimpan tradisi penghormatan kepada orang meninggal. Orang-orang Dayak Kalimantan Tengah yang menganut kepercayaan lokal sampai hari ini masih sangat kuat dalam penghormatan kepada orang meninggal. Salah satunya adalah "Ronda" dalam kurun waktu yang lama selama jenazah masih di rumah. Biasanya agama-agama lain jenazah hanya dia atau tiga hari.

Dalam agama Lokal Kalimantan "Kaharingan" jenazah akan dijaga selama beberapa bulan sampai sana yang dibutuhkan mencapai target dan siap untuk dimakamkan. Sebelum pemakaman akan ada ritual "tiwah" dan biasanya membutuhkan korban berupa kerbau atau sapi dua tiga ekor. Dan selama masa berjaga akan ada malam Ronda dan penampilan "Bukung" di mana orang-orang akan berpakaian dari dedaunan dan apa saja lalu menari di depan rumah duka.

Bukung sendiri adalah tarian topeng tradisional yang terbuat dari apa saja baik itu pakaian bekas ataupun dedaunan. Inti dari tradisi ini ada agar membuat arwah orang yang telah meninggal dihibur dan tidak mengalami kesepian ketika sudah berada di alam barunya. Bukung tidak selalu ada setiap malam selama masa ronda atau berjaga biasanya diadakan menjelang hari penguburan atau tiwah agar semakin banyak orang yang datang untuk meramaikan rumah duka.


Tradisi ini tidak berarti orang Dayak menolak kesedihan tetapi mau menunjukkan bahwa ketika seseorang beralih dari dunia ini menuju alam barunya harus dihantar dengan meriah sebab ia sudah mengalami hidup baru tidak seperti di manusia yang penuh dengan tantangan. Ini merupakan nekrodulia Kaharingan yang masih dipegang teguh hingga kini meskipun beberapa keturunan dan generasi mereka sudah menjadi Islam, Protestan dan Katolik.

Kaharingan adalah warisan leluhur orang Dayak yang tergusur oleh arus zaman dan dan hanya sedikit saja orang Dayak yang masih memeluk kepercayaan lokal ini.  Dari sini kita percaya bahwa kematian bukan akhir tetapi hidup baru di alam yang tanpa batas dan inilah nekrodulia Kaharingan Kalimantan Tengah. 



Post a Comment

0 Comments