Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kaidipang: Kerajaan Katolik yang lenyap

 

Ilustrasi 

Banyak orang barangkali tidak pernah memikirkan bahwa Gereja Katolik di Nusantara pernah membentuk beberapa Kerajaan Katolik. Ketika para misionaris membaptis raja secara otomatis penduduk dan Kerajaannya menjadi Katolik. Dalam tulisan ini akan disajikan sejarah Kerajaan Katolik yang lenyap bersama akar agamanya dan beberapa kerajaan Katolik lainnya di Nusantara yang pernah ada.

Kerajaan Katolik pertama di Nusantara adalah Kerajaan Siau di Sulawesi Utara. Raja pertama yang dibaptis adalah Raja Pasuma dengan nama Baptis Hironimus. Pembaptisan dimulai tahun 1511-1522. Kerajaan Katolik ini berakhir pada tahun 1677 di mana raja Siau dipaksa menjadi Kristen Protestan. Sejak saat itu misi Katolik berakhir.

Kedua Kerajaan Sikka. Kerajaan Katolik ini didirikan pada tahun 1607 oleh Raja Don Alexius Ximenes da Silva dan berakhir pada masa pemerintahan Raja Don Josephus Thomas Ximenes da Silva tahun 1954 untuk bergabung dengan Republik Indonesia namun akar iman tetap terpelihara hingga kini. 

Ketiga Kerajaan Larantuka. Kerajaan Katolik ini didirikan pada tahun 1650 dan dibubarkan oleh Belanda pada 1 Juli 1904 pada zaman pemerintahan Don Lorenzo II. Namun kerajaan ini tetap eksis hingga tahun 1962 dan pada akhirnya melebur dengan Republik Indonesia.

Keempat adalah Kerajaan Kaidipang. Kerajaan ini berada di pesisir utara Bolaang Mongondow, sekarang masuk Kab. Bolaang Mongondow Utara. Pusatnya di Boroko. Tahun 1912 Kerajaan ini digabungkan  dengan Bolang Itang menjadi Kerajaan Kaidipang Besar.

Kerajaan Kaidipang adalah Kerajaan Katolik yang bertahan selama satu abad. Berikut ini adalah  periode Katolik di Kerajaan Kaidipang.

1. Raja Mauritz Datoe (1630-1677)

Istri: Tohomiong, putri Binangkal Korompot Raja Limboto. Keduanya beragama Katolik.

2. Raja Tiaha Korompot (1677-1699 ) ia adalah raja kedua yang beragam Katolik. 

3. Raja Dodoali Korompot (1699-1703) -  Raja ketiga yang beragama Katolik.

4. Raja Philip Korompot (1709-1735 ) raja keempat yang beragama Katolik.

5. Raja Piantai Korompot

(1710-1735)  Raja kelima beragama Katolik.

6. Raja Antogia Korompot (1735-1745) Raja keenam beragama  Katolik.

7.  Raja Gongala Korompot (1745-1770) raja ketujuh 

  Istrinya bernama Bua Kaeba Manopo dari Dumoga. Keduanya beragama Katolik.


Berikut ini raja-raja di Periode Islam. Mulai tahun 1779 Kaidipang resmi menjadi Kerajaan Islam setelah raja kedelapan yang beragama Katolik memutuskan untuk berpindah agama karena pengaruh Kesultanan Gorontalo dan Tidore yang kuat di sekelilingnya. Kaidipang perbatasan langsung dengan Gorontalo Utara. Jadi sering jadi jalur penyebaran Islam.


Berikut ini raja-raja di periode Islam; 

8. Raja Wellem David Korompot 1779-1817 - Islam

9. Raja Toruru Korompot 1817-1835

   Istri: Ladio dan Mow. Agama: Islam

10. Raja Tiaha Korompot 1835-1863

    Istri: Mamongo dan Elehulawa. Agama: Islam

11. Raja Mohammad Noordin Korompot 1863-1866

    Istri: Telehaji dan Lauko. Agama: Islam

12. Raja Gongala Korompot II 1866-1898

    Istri: Sinir, Salimburung, Miihing, Hembeso. Agama: Islam

13. Raja Lui Korompot 1898-1908 - Islam

14. Raja Mahmud Manopo Antogia Korompot. 1908-1910 - Islam

Periode Kerajaan Kaidipang Besar 1912-1950. Setelah gabung dengan Bolang Itang;

15. Raja Ram Suit Pontoh 1912-1950

 Ia raja pertama dan terakhir Kaidipang Besar. Sebelumnya Raja VIII Bolang Itang

Situs raja-raja Katolik tetap terpelihara karena Raja Wellem David Korompot pada tahun 1779 masuk Islam, dan ia tidak menghancurkan makam leluhur Katolik. Prinsipnya: "Hormati leluhur". Makanya silsilah & makamnya tetap dijaga. Meskipun demikian kuburan Raja-raja Katolik dibuat secara Islami tanpa menghilangkan nama Baptisan Katolik mereka.

Post a Comment

0 Comments