Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kebiasaan NTT: Bermaksud Baik tetapi Bertindak Brutal🕊

 


Saya memantau video seorang perempuan asal Sumba yang sedang viral di media sosial lantaran memegang parang dan mengancam seorang laki-laki mabuk.

Di dalam video tersebut, kita bisa melihat bagaimana si perempuan mengancam si laki-laki dengan parang. 

Aksi ini adalah buntut dari aksi si laki-laki yang menelpon si perempuan untuk berhubungan badan sebab si laki-laki mengira perempuan itu adalah perempuan yang bisa dipakai untuk salurkan hasrat seksual.

Karena ditelpon berulang kali untuk meminta bertemu guna berhubungan intim dengan maksud dibayar, maka si perempuan mempersilahkan si laki-laki itu menjumpainya di konter.

Dan si perempuan membawa parang untuk menjaga diri sebab, si laki-laki dalam keadaan mabuk dan bertubuh besar. Maka ia berani bertemu dengan sebilah pandang.

Tindakan perempuan ini secara hukum disalahkan sebab mengancam orang dengan benda tajam namun secara moral ia dibenarkan sebab ingin melindungi diri dan kemurnian tubuhnya.

Melihat fenomena ini, saya berkesimpulan bahwa kebanyakan kita tidak mampu menjelaskan maksud hati dengan bahasa. Kata-kata kita terbatas sehingga ketika kita kehabisan kata-kata yang kita lakukan adalah bertindak.

Dan justru tindakan itu berakibat fatal sebab harus berurusan dengan hukum. Maksud sudah baik dan benar tetapi tindakan tidak dibenarkan secara hukum.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak meskipun maksud kita benar tetapi di hadapan hukum apa yang kelihatan itu yang diproses.

Matani, 19 November 2021✍

Post a Comment

0 Comments