Kepada yang terhormat para perempuan dari segala usia di mana saja anda berada. Saya menulis surat ini untuk mengangkat martabat kamu semua yang masih "tersalib".
Saat ini kita berada di satu zaman yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Zaman di mana teknologi menguasai hampir seluruh dimensi kehidupan manusia.
Di balik kemajuan teknologi digital yang sedang kita jalani saat ini, terdapat begitu banyak kejadian dan peristiwa yang bermunculan akibat penyalahgunaan teknologi.
Dari semua kasus dan peristiwa yang terjadi, kamu sekalian, kaum perempuan adalah korban. Mengapa saya mengatakan demikian, karena produk yang sangat laris di zaman ini adalah mengiklankan perempuan sehingga produk bisa laris di pasaran global.
Melihat kenaikan kasus pelecahan seksual, pemerkosaan dan eksploitasi seksual yang tinggi hari-hari ini, melalui surat ini, saya menulis dengan hati yang tulus untuk kaum perempuan yang telah, sedang dan mungkin akan menjadi korban.
Teruntuk bagi perempuan yang berusia 15-25 tahun, berhati-hatilah dengan gaya dan model pacaran abad 21.
Ada apa dengan pacaran abad ini? Motivasi pacaran hari-hari ini adalah sebagai suatu "legalisasi dan gratifikasi seksual".
Banyak perempuan usia 15-25 dimanfaatkan oleh pacar mereka demi pemuasan nafsu birahi.
Gratifikasi seksual dalam pacaran sebagai bukti cinta dan bagi beberapa lelaki, jika tanpa tanpa relasi seksual selama pacaran, katanya cinta yang mereka tidak tulus.
Jika memang motivasi pacaran untuk mencari kenikmatan seksual, maka bagi kaum perempuan harus menggunakan akal budi yang cukup.
Banyak perempuan muda hamil di luar nikah karena tidak menggunakan akal budi dengan cukup. Banyak perempuan terbuai dengan kata-kata indah lalu "habis manis sepat dibuang".
Berbahagialah selama pendidikan kalian menjomblo sebab dengan demikian kalian tidak dijadikan medan lampias seksual pacarmu.
Bila sudah memiliki kerja dan pasangan yang sejati, berilah dirimu seutuhnya padanya.
Bagi perempuan yang telah bersuami, ikatlah hatimu sekuat mungkin hanya untuk pasanganmu. Banyak kasus perselingkuhan terjadi karena ikatan cinta menggendor.
Jadilah teladan bagi anak-anakmu sebab rekam jejak digital itu gatal dan berdampat buruk bagi anak-anak di masa mendatang.
Kepada yang tercinta semua perempuan, kasus pembunuhan perempuan dan bayi hasil perselingkuhan sudah banyak terjadi.
Pemerasan seksual oleh pacar sudah sangat banyak dan karena takut diputusin dan takut kehilangan, para perempuan rela menyerahkan mahkota terindah mereka kepada tangan "perdator seksual."
Tidak cukup menggunakan perasaan. Gunakanlah juga akal budimu agar tidak menjadi korban kekerasan hingga pembunuhan.
Kekerasan terhadap perempuan meningkat. Mari kita buka wawasan kita untuk menghormati perempuan.
Mari kita turunkan perempuan dari salib kecemasan, duka, kekerasan dan pelecehan.
Hai perempuan, darimu aku lahir dan bertumbuh menjadi manusia.
Terpujilah para perempuan.❤⚘✍
0 Comments