| Berita palsu |
Pada perang dunia kedua, seorang petinggi Nazi Jerman bernama Joseph Goebbels" menggunakan metode efek ilusi kebenaran untuk mengganggu psikologi para lawan Jerman dengan melakukan propaganda militer. Hal itu kemudian lahirlah istilah "kebohongan yang diulang-ulang akan menjadi kebenaran".
Ini adalah fenomena psikologis yang dikenal sebagai efek ilusi kebenaran (illusory truth effect) yang punya dampak besar bagi otak manusia bahwa otak tidak akan lagi bekerja untuk mencari kebenaran karena ia mendengar hal yang sama dari beberapa orang yang berbeda sehingga otak manusia cenderung tidak kritis untuk mencari tahu kebenarannya.
Ada beberapa langkah untuk menangkal berita palsu dan misinformasi
1. Membaca Buku
Salah satu cara untuk terhindar dari informasi sesat dan berita palsu makan orang harus selalu punya waktu untuk membaca. Salah satu sumber bacaan adalah pustaka klasik atau buku dari penerbit yang terpercaya.
Dengan membaca otak manusia dibiasakan untuk berpikir kritis sehingga setiap informasi yang ia dengar dan baca tidak langsung ia percayai dan teruskan kepada orang lain. Jadi membaca sangat penting untuk mengasah kemampuan kritis di dalam diri manusia sehingga tidak mudah percaya dengan berita yang penulis dan sumbernya tidak jelas.
2. Cek sumber informasi dan berita
Kecepatan dalam menerima informasi membuat manusia enggan untuk meneliti dan mencari tahu sumber informasi yang diterimanya. Jika ada kirim berita yang tidak jelas asal usulnya maka harus cari terlebih dahulu ke sumber informasi resmi dari pemerintah misalnya koran kompas online, CNN Indonesia dan saluran TV Nasional.
Jika informasi itu diperoleh dari konten kreator atau vlogger maka harus berhati-hati karena banyak dari mereka tidak mengutamakan kebenaran informasi tetapi hanya untuk meningkatkan penonton dan jam tayang di saluran media online mereka. Oleh sebab itu sebelum meneruskan informasi yang ada cek terlebih dahulu ke website dan situs resmi pemerintah.
3. Membaca dan menonton keseluruhan berita atau video
Banyak orang hanya meneruskan informasi dari website dan video yang tidak jelas tanpa membaca atau menontonnya secara menyeluruh. Pastikan bahwa informasi yang diterima harus dibaca dengan teliti dan ditonton dengan saksama.
Jika berita dan video itu isinya meragukan maka perlu dicari dahulu sumber informasi terpercaya sebelum disebarkan kepada orang lain. Cara ini sederhana tapi tidak semua orang mau melakukan apalagi membaca dan menonton hingga akhir.
4. Teliti video dari kecerdasan Buatan atau (Artificial Inteligen: AI).
Paus Leo XIV bulan Mei lalu mengeluarkan ensiklik Magnifica Humanitas sebagai ensiklik pertamanya. Di dalam ensiklik itu paus menekankan betapa tingginya harkat dan martabat manusia di hadapan AI. Bahwa AI harus menjadi sarana untuk memanusiakan manusia bukan sebagai pengganti manusia.
Banyak orang sekarang tidak bisa membedakan mana video asli dan mana video AI. Caranya gampang untuk melihat keasliannya yakni bahwa video yang diproduksi oleh AI biasanya kalimat yang diucapkan oleh pembicara tidak utuh misalnya kata "terima kasih" akan diucap menjadi "Trim Kash".
Lalu yang kedua gambar dalam video bisa tumpang tindih di mana manusia di dalam video jarinya bisa terlihat menjadi 4 atau bahkan menjadi 6 jari. Dan ini tidak boleh langsung dipercaya dan diteruskan kepada orang lain. Jika mendapatkan video seperti itu sebaiknya jangan diteruskan kepada orang lain supaya mereka juga jangan menyebarkan ke yang lain lagi.
5. Waspada Post Truth
Frasa ini dipopulerkan pada tahun 2016 tentang informasi atau kebenaran yang diperoleh atas kehendak mayoritas bukan atas fakta yang ada di lapangan. Jadi jika mayoritas percaya itu benar maka semua harus ikut percaya meskipun secara kenyataan itu salah.
Jadi post truth itu kebenaran karena tekanan mayoritas bukan karena itu benar secara faktual. Sebagai contoh Ahok dipenjarakan karena tekanan masa Islam yang menurut mereka dia menista agama tetapi sebenarnya itu hanyalah fitnah dan hoaks
Kesimpulan
Berita palsu dan kabar bohong biasa bergerak secepat kilat tetapi kebenaran akan selalu menemukan jalannya sendiri. Meskipun Kebohongan diulang terus menerus dan orang menjadi percaya maka yakinlah bahwa kebenaran selalu punya jalan untuk kembali seperti pepatah mengatakan "sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga"
Maka sangat dianjurkan agar setiap orang selalu meluangkan waktu untuk membaca buku agar otak kita tidak terpapar virus "illusory truth effect" di mana otak manusia menjadi malas berpikir karena menganggap informasi yang diterimanya dari berbagai sumber sudah benar.
Jika menemukan informasi yang salah dan palsu jangan langsung diteruskan dicari dahulu kebenarannya dan jika salah dihapus dan jika benar boleh diteruskan kepada orang lain agar sama-sama mengetahui informasi atau berita yang sedang aktual di kehidupan masyarakat. Lalu harus berhati-hati dengan video palsu hasil buatkan Kecerdasan Buatan (AI).
0 Comments